Muqadimah

Selasa, 9 September 2014

WARNA

Sejak 30,000 tahun lampau warna telah digunakan oleh masyarakat primitive. Masyarakat terdahulu atau primitive melukis pada diinding-dinding gua. Warna digunakan dan ini dapat dilihat melalui inggalan lukisan gua. Antaranya ialah lukisan gua di Lascaux, La Ferrasie dan Gua Chauvet di Perancis.


Masyarakat Mesir adalah manusia awal menggunakan warna. Mereka menggunakan warna untuk upacara mistik dan perubatan purba bagi menyembuhkan penyakit. Mereka menggunakan tanah sebagai medium untuk menghasilkan warna. Warna yang terhasil melalui tanah ialah merah, kuning dan jingga. Masyarakat Mesir juga berjaya mencipta warna “Blue Frit” kira-kira 5000 tahun yang lampau menggunakan pengisaran turun rumput biru.

Plato juga pernah memperkatakan tetang warna, Beliau mendapati bahawa apabila warna dicampur akan mendapatkan warna ketiga.
Sumber Warna Adalah Dari Cahaya.
Dalam tahun 1660, Isaac Newton (1642-1726) telah menemui pecahan warna cahaya. Pecahan warna cahaya juga dikenali sebagai warna spectrum atau warna pelangi. Pecahan warna cahaya ini diperolehi melalui kanta tiga segi yang ditembusi cahaya. Melalui penemuan ini, kajian-kajian berkaitan dengan warna terus dijalankan oleh sainstis sehingga kini.


Warna-warna yang dijumpai itu telah menghasilkan The Circle Hue atau Roda Warna Hue Newton. Beliau telah menandakan warna merah direkodkan sebagai C, jingga sebagai D, kuning sebagai E, Hijau sebagai F, Biru sebagai G, Biru Ungu sebagai A, dan ungu sebagai B. Sekitar tahun 1731, J.C. Le Blon menemui asas warna berdasarkan pigmen warna iaitu merah, kuning, dan biru dan berjaya mencampurkan warna hingga mencipta oren, hijau, dan ungu, penemuan ini adalah titik tolak kepada teori pigmen warna yang kita gunakan dalam campuran warna sekarang.

Morris Harris dalam bukunya yang bertajuk The Natural System of Colours, menjelaskan mengenai tiga warna utama dan meletakkan kajian warna lebih sempurna yang menjadi ikutan kepada pengkaji-pengkaji warna pigmen hingga kini.

Roda warna atau THE ARTISTS' COLOUR WHEEL telah diperkenalkan oleh Johannes Itten memberi impak sebagai bahan rujukan buku-buku berkaitan seni visual di seluruh dunia.

SEJARAH WARNA

Warna sejak dahulu kala merupakan sesuatu yang sangat mempesona didalam sejarah kebudayaan manusia. Hampir disetiap daerah telah menghasilkan berbagai pewarna atau pigmen warna berdasarkan sumber daya yang tersedia pada waktu itu. Warna telah bersama kita selama lebih dari 20,000 Tahun lamanya. Ini terbukti melalui penemuan beberapa lukisan gua beserta artifak kuno lainnya, dan juga lukisan-lukisan Cina kuno dengan warna-warna yang sangat indah, hal ini semakin memperkuat anggapan bahawa warna secara sempurna telah digunakan sejak puluhan ribu tahun yang lalu.
Warna banyak digunakan oleh orang Mesir kuno, dan dianggap memiliki unsur magis untuk penyembuhan suatu penyakit. Sekitar abad 1500 SM, aktiviti dan perkembangan seni lukis di Kreta, Yunani dan Mesir, sudah sangat maju pesat hingga sampai ke Rome. Disisi lain teknik pencampuran warna pun semakin berkembang dan variasi warnapun semakin variatif. Diantara abad 400 SM dan 600 SM, orang-orang Yunani dan Romawi mulai memperkenalkan teknik pewarnaan menggunakan pernis. Warna merah bagi suku Aztec Indian adalah lebih berharga daripada emas. Kemudian India dan Cina pun sudah mempraktikkan teknik penyembuhan melalui warna. Teknik penyembuhan ini tercatat dalam catatan diagnosis warna Cina kuno, The Nei/ching, sekitar 2,000 tahun yang lalu.
Penemuan-penemuan tentang warna telah banyak ditemukan, namun tidak banyak nama-nama warna yang tercatat dalam sejarah pada saat itu. Pada Tahun 1960 dua ahli antropologi melakuakan penelitian penamaan warna di seluruh dunia. Hasilnya, dari sekian banyak bahasa ternyata kebudayaan manusia saat itu hanya mengenal dua warna, iaitu putih (cahaya) dan hitam (gelap). Dari 98 bahasa yang dipelajari, jumlah tertinggi istilah warna dasar ditemukan dalam bahasa Inggris, dimana ditemukan ada sebelas warna: hitam, putih, merah, oren (jingga), kuning, hijau, biru, ungu, merah muda (pink), abu-abu, dan coklat. Jutaan warna lainnya memiliki sistim penamaan dengan meminjam nama berdasarkan contoh yang mereka lihat sehari-hari, seperti nama buah-buahan: alpokat (avocado), anggur (grape), peach, cokelat (tan), emas (gold), perak (silver), dll.

Salah satu penelitian tentang warna yang paling awal dilakukan adalah yang dibuat oleh Plato, dia menemukan bahawa dengan teknik mencampur dua warna akan menghasilkan warna ketiga yang berbeza, dan hal ini telah merubah teknik pembuatan warna ke depannya dan akan dipakai untuk selamanya.
Sebelumnya lukisan-lukisan gua terdahulu dibuat menggunakan teknik oksidasi besi (karat), maka orang Mesir kuno sudah mengembangkan cat dari bahan pigmen yang berasal dari unsur tanah (kuning, oren (jingga), dan merah). Orang Rome membuat warna ungu yang dibuat dari unsur kerang (mollusks). Zat pewarna merah masakan (cochineal red), ditemukan pertama kali oleh suku Aztec Indian, dibuat dari kumbang betina cochineal. Untuk satu pon ekstrak warna merah diperlukankan sekitar satu juta serangga. Kemudian warna merah tersebut diperkenalkan ke Eropah oleh orang Sepanyol pada tahun 1500-an. Kemudian India memperkenalkan warna kuning yang dibuat dari air seni sapi dicampur dengan lumpur dan diangkut ke London untuk proses pemurnian. Kemudian warna Sap green dari Blackthom Berry, dan Sepia Brown dari kantung tinta kering seekor sotong.
Cat terdiri atas pigmen warna, bahan pengikat (binder), dan pencair (thinner) yang tepat sudah mampu dibuat dengan mudah pada waktu 5000 tahun yang lalu. Blue Frit adalah warna pigmen sintetis pertama yang diproduksi oleh orang Mesir, terbuat dari unsur kaca biru di bawah tanah. Sebelum abad ke-19, istilah kata "cat" hanya diterapkan pada warna jenis minyak, yang bahan pengikatnya disebut "distemper".
Dalam kurun waktu 1000SM, cat dan varnis dibuat dan dikembangkan dari unsur getah yang diambil dari pohon akasia (saat ini lebih dikenal sebagai "gum arabic"). Saat ini warna umbers, ocher's dan blacks mudah diperoleh, warna baru lainnya juga ditemukan - pertama adalah "egyptian blue", "naples yellow" sekitar Tahun 500 SM dan "red lead" ditemukan secara tidak sengaja pada sekitar 2500SM. White lead diproduksi pada abad ke-2.
Sebelum abad ke-16, warna pigmen sebagian besar berasal dari zat warna yang alami dari kawasan Eropah dan daerah yang beriklim serupa. Antara 1550 dan 1850 mereka mulai menyebutnya sebagai zat warna alami dan mulai disesuaikan dengan iklim tropis Amerika Tengah dan India serta tempat-tempat lainnya.
Pada abad ke-17, keperluan white lead (timah putih) di Belanda mulai meningkat dan berusaha menurunkan biaya melalui penemuan "the stack proses". Semua cat timah putih dicampur kapur, lalu dimasukkan ke dalam cat undercoat (cat dasar) mereka, sedangkan timbal murninya disisakan untuk finish coats (cat akhir). Pada Tahun 1856, pewarna sintetis pertama "Mauvine", telah dibuat oleh Henry Perkins dari bahan Linseed Oil. Dan kemudian diapun menyadari bahwa bahan pewarna boleh dibuat secara sintetis dengan biaya yang lebih ekonomis.
Dan sejak saat itulah Liseed Oil (minyak biji rami) mulai dipoduksi secara masal.Mereka juga telah berhasil membuat pigmen dari unsur zinc oxide, dan menyebutnya sebagai cat putih.
Dengan menggunakan fabrik cat besi dan seng yang berbasis pigmen, maka saat itu industri cat telah berhasil mengembangkan cat yang bisa dicuci untuk pertama kalinya dengan tanda "Charlton White" pada Tahun 1867 (cat campuran pertama siap dipatenkan oleh D.R. Averill dari Ohio pada Tahun 1867, namun hal ini belum pernah diungkapkan sebelumnya di media masa). The Sherwin-Williams Company menghabiskan 10 tahun penyelidikan untuk menyempurnakan rumus formula cat yang lembut dibuat dari bahan minyak biji rami (linseed oil). Pada Tahun 1880, akhirnya mereka berhasil mengembangkan formula cat yang kualitasnya jauh melebihi kualitas cat yang ada pada saat itu.
Sejak saat itulah cat emulsi (emulsions paint) dibuat berdasarkan formula yang sama, diproduksi, dan dipasarkan sebagai "oil bound distempers". Pada Tahun 1880, cat yang baru telah tersedia dalam kemasan tin, dalam berbagai warna pilihan, dan telah dieksport ke seluruh penjuru dunia.
 
 
Sumber : http://creativepio.blogspot.com/2012/11/sejarah-cat-tembok.html